Ratusan Anak Solo Sampaikan Pesan Damai Lewat Peace Poster Contest 2026, Kuota Peserta Penuh Sebelum Hari H

SOLO SUKSES BERSAMA, SOLO – Pesan perdamaian bisa disampaikan dengan berbagai cara. Tidak selalu melalui pidato atau kata-kata, ratusan anak di Solo justru menyampaikannya melalui warna, gambar, dan kreativitas.

Sebanyak 300 anak dari Kota Solo dan sekitarnya ambil bagian dalam Peace Poster Contest 2026 yang digelar oleh Lions Club Solo Bengawan.

Mengangkat tema “Harmony in Humanity”, kompetisi tersebut mendapat sambutan luar biasa dari masyarakat. Antusiasme peserta bahkan begitu tinggi hingga kuota lomba telah terpenuhi dan pendaftaran harus ditutup sekitar satu minggu sebelum hari pelaksanaan.

Bagi para peserta, Peace Poster Contest bukan sekadar ajang menggambar dan mewarnai. Melalui karya yang mereka buat, anak-anak diajak memahami pentingnya hidup rukun, menghargai perbedaan, dan membangun harmoni di tengah keberagaman.

Baca Juga:

Pojok Bisnis Fu Qing Solo, Wadah Anggota Kenalkan Usaha dan Bangun Peluang Sukses Bersama

Mengajarkan Perdamaian Sejak Usia Dini

President Lions Club Solo Bengawan, Amelia Ong, mengatakan bahwa kegiatan tersebut menjadi salah satu cara untuk mengenalkan nilai perdamaian kepada generasi muda sejak dini.

Menurutnya, keberagaman seharusnya tidak menjadi alasan untuk saling memisahkan diri. Justru, berbagai perbedaan dapat menjadi kekuatan untuk menciptakan kehidupan yang lebih harmonis.

“Melalui Harmony in Humanity, kami ingin mengajarkan kepada generasi muda bahwa perbedaan bukanlah pemisah, melainkan warna-warni indah yang menyatukan kita,” ujar Amelia Ong.

Ia berharap nilai tersebut tidak berhenti di atas kertas atau selama kompetisi berlangsung.

Lebih dari itu, anak-anak diharapkan dapat membawa pesan perdamaian tersebut dalam kehidupan sehari-hari, baik di sekolah, keluarga, maupun lingkungan masyarakat.

“Kami berharap anak-anak dapat membawa dampak positif dan menjadi agen perdamaian, baik di lingkungan sekolah, keluarga, maupun masyarakat luas,” lanjutnya.

Poster Harus Bisa Bicara Tanpa Tulisan

Project Officer Peace Poster Contest, Steven Sophian Putra, menjelaskan bahwa peserta tidak hanya dinilai berdasarkan keindahan gambar.

Setiap karya harus mampu menggambarkan makna dari tema Harmony in Humanity.

Penilaian meliputi kesesuaian dengan tema, kualitas dan harmonisasi warna, kerapian, serta kemampuan peserta menyelesaikan karya secara keseluruhan.

Menariknya, peserta juga tidak diperbolehkan mencantumkan tulisan atau teks dalam poster.

Artinya, pesan tentang perdamaian, keberagaman, dan kemanusiaan harus benar-benar dapat disampaikan melalui visual.

“Seluruh panitia yang terdiri dari 32 anggota Lions Club Solo Bengawan bekerja ekstra untuk mendukung acara ini. Antusiasme masyarakat luar biasa,” kata Steven.

Dibagi Tiga Kategori Usia

Peace Poster Contest 2026 dibagi ke dalam tiga kategori berdasarkan usia peserta.

Kategori A diperuntukkan bagi anak usia 11–13 tahun dengan materi lomba menggambar dan mewarnai.

Kemudian Kategori B diikuti anak usia 8–11 tahun dalam lomba mewarnai.

Sementara Kategori C diperuntukkan bagi anak-anak usia 5–7 tahun.

Dari seluruh peserta, panitia akan menetapkan 18 pemenang lokal.

Pada masing-masing kategori akan dipilih Juara 1, Juara 2, Juara 3, serta Harapan 1, Harapan 2, dan Harapan 3.

Namun, kesempatan lebih besar terbuka bagi para peserta terbaik di Kategori A.

Juara 1 dan Juara 2 akan mendapatkan kesempatan untuk melanjutkan kompetisi sebagai wakil daerah ke tingkat Distrik dan Nasional.

Jika mampu melewati setiap tahapan, karya mereka bahkan berpeluang untuk bersaing hingga tingkat Internasional.

“Juara 1 dan 2 dari Kategori A akan dikirim mewakili daerah ke tingkat Distrik, Nasional, hingga berpeluang melenggang ke tingkat Internasional di Markas Besar PBB, Amerika Serikat,” jelas Steven.

Pada tingkat dunia, pemenang berkesempatan memperoleh hadiah uang tunai sebesar 5.000 dolar AS serta menghadiri acara penganugerahan bersama keluarga di Markas Besar PBB.

Dari Goresan Anak-Anak, Lahir Pesan untuk Dunia

Di tengah perkembangan teknologi dan derasnya arus informasi, mengajarkan nilai perdamaian kepada anak-anak menjadi semakin penting.

Peace Poster Contest 2026 menjadi salah satu ruang kreatif bagi anak-anak Solo untuk belajar melihat dunia dari sudut pandang yang lebih luas.

Bahwa setiap orang mungkin memiliki latar belakang, budaya, bahasa, dan kebiasaan yang berbeda.

Namun, perbedaan tersebut tidak harus menjadi alasan untuk saling menjauh.

Melalui ratusan poster yang lahir dari tangan anak-anak, pesan sederhana itu kembali disampaikan: harmoni dapat tercipta ketika manusia belajar untuk saling menghargai.

Ajang ini pun diharapkan tidak hanya menghasilkan anak-anak berprestasi di bidang seni.

Lebih jauh, kegiatan tersebut diharapkan mampu menumbuhkan generasi muda yang kreatif, peduli terhadap sesama, serta memiliki kesadaran akan pentingnya hidup damai dalam keberagaman.

Dari sebuah lembar kertas dan perpaduan warna, anak-anak Solo menunjukkan bahwa pesan besar tentang perdamaian bisa dimulai dari tangan-tangan kecil.

Dan mungkin, dari goresan sederhana itulah, harapan tentang dunia yang lebih harmonis mulai tumbuh.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *